Kamis, 07 Januari 2010

PKBM Satya Parahita Tampil di Acara Talk Show Arumdalu TVRI Semarang 2 Desember 2009

Pada hari Senin tanggal 30 November 2009, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis Universitas Kristen Satya Wacana ke-63, PKBM Satya Parahita diliput kegiatannya oleh TVRI Semarang untuk acara Talkshow Arumdalu yang dipandu oleh Prof. Dr. Haryono Suyono dari Yayasan Damandiri Jakarta. Pada hari Rabu tanggal 2 Desember 2009, acara talk show Arumdalu ditayangkan secara live di TVRI Semarang pada jam 17.00 - 18.30. Dalam acara tersebut ketua PKBM Satya Parahita, Arianti Ina R. Hunga, pengelola, tutor dan beberapa anggota kelompok belajar usaha diundang hadir.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga telah merekomendasikan PKBM Satya Parahita untuk diliput dalam acara Arumdalu tersebut, karena menurut Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga PKBM Satya Parahita telah berpartisipasi dalam bidang pendidikan non formal dan informal (PNFI) yang difokuskan pada program Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG) melalui media ketrampilan produktif (life skill). Berikut ini dokumentasi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh PKBM Satya Parahita yang telah diliput TVRI Semarang.

BIMBINGAN BELAJAR BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK SD - SLTA & KELOMPOK CALON TKI/TKW







PAUD - KELOMPOK BERMAIN SATYA PARAHITA




Kegiatan Belajar Mengajar di PAUD-Kelompok Bermain Satya Parahita.





Hasil karya peserta didik PAUD-Kelompok Bermain Satya Parahita.

KELOMPOK BELAJAR USAHA (KBU) KERAJINAN



Kelompok Belajar Usaha (KBU) Kerajinan sedang mengikuti pelatihan.






Beberapa produk hasil pelatihan Kelompok Belajar Usaha (KBU) Kerajinan yang sudah dipasarkan melalui Pameran Hari Aksara Internasional 2009 di Blora, Bazaar Pasar Rakyat Desember 2009 di Lapangan Pancasila Salatiga, dan pemasaran online di www.parahitacraft.org.

KELOMPOK BELAJAR USAHA (KBU) KONVEKSI




Kelompok Belajar Usaha (KBU) Konveksi sedang mengikuti pelatihan menjahit.





Beberapa produk hasil pelatihan menjahit yang sudah dipasarkan melalui Mirota Batik Yogya, Bazaar Pasar Rakyat Desember 2009 di Lapangan Pancasila Salatiga dan pemasaran online melalui website www.parahitacraft.org.

KELOMPOK BELAJAR USAHA (KBU) CATERING



Kelompok Belajar Usaha (KBU) Catering sedang disyuting saat mengikuti pelatihan memasak.







Beberapa produk hasil pelatihan catering yang disajikan saat pengambilan gambar oleh TVRI Semarang.



Tim PNFI Dikpora Kota Salatiga & kru TVRI Semarang sedang makan siang setelah pengambilan gambar di PKBM Satya Parahita.

KORAN IBU: MEDIA PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DI SALATIGA DAN SEKITARNYA


Koran Ibu edisi I, dengan tema "Menuju Masyarakat Anti Kekerasan"

Latar Belakang
Media massa merupakan pihak yang sangat berkepentingan terhadap dieksposnya persoalan-persoalan seputar persoalan dan kebutuhan perempuan untuk bisa diketahui dan diakomodasi oleh khalayak. Selama ini yang terjadi bahwa eksploitasi perempuan di media massa sangat tinggi tetapi akses informasi perempuan rendah. Hal itu karena media belum menjamah ranah persoalan dan kebutuhan perempuan dan sebagian besar masih bias gender, sehingga diperlukan media yang tidak bias gender dan menempatkan perempuan tidak lagi sebagai objek tetapi perempuan menjadi subjek dalam media (gender mainstreaming). Penyajian informasi yang lebih peka pada perempuan diharapkan mampu merealisasikan selain menginformasikan, membentuk opini atau pendapat, menghibur bahkan fungsi edukasi dari media massa tersebut. Dalam hal ini literasi media (melek media) perempuan menjadi semakin penting. Melalui media literasi (Journal of Broadcasting and Electronic Media) dimaksudkan untuk membekali khalayak dengan kemampuan untuk memilah dan menilai isi media massa secara kritis, sehingga khalayak diharapkan mampu memanfaatkan isi media sesuai dengan kepentingannya.

Program pembuatan Koran Ibu mempunyai orientasi untuk penyajian informasi secara substasi diharapkan keberadaannya mampu meningkatkan perempuan terlibat dalam ruang public masyarakat. Selain itu bisa merefleksikan isu gender mainstreaming sehingga wacana untuk mendorong perjuangan perempuan yang selama terpinggirkan oleh sistem. Bahkan bisa menjadi alternatif pemecahan persoalan dan kebutuhan perempuan dapat disajikan dalam rubrik-rubriknya. Misalnya, kebutuhan akan pelatihan untuk memperoleh ketrampilan praktis yang mendukung mereka memperoleh pekerjaan atau membuka usaha sendiri, pemecahan persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi dapat terangkum dan menjadi sumber wacana berharga bagi perempuan terlebih perempuan marginal. Berbagai gambaran aktivitas, pengalaman, dan keberhasilan kelompok ibu-ibu pengrajin, pembatik yang merupakan sasaran program kegiatan kami (PPSG-UKSW) selama ini akan bisa memberi warna dan bahan/materi program Koran Ibu nantinya.

Tujuan
a.Meningkatkan akses informasi perempuan marginal berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan, kondisi kehidupan keluarga yang tidak bias gender sehingga diharapkan perempuan mampu mengindentifikasi dan memahami persoalan dan kebutuhannya.
b.Menumbuhkan kesadaran untuk berperan serta dalam menopang perekonomian keluarga.
c.Sebagai sarana meningkatkan budaya baca bagi perempuan.

Program
Media informasi akan diwujudkan dalam bentuk Koran Ibu di mana seluruh substansi peka terhadap persoalan dan kebutuhan perempuan. Koran Ibu disajikan dalam beberapa rubrik yang berbeda content. Koran Ibu akan diterbitkan pada dua kali periode. Masing-masing periode sebanyak 500 eksemplar yang akan didistribusikan pada komunitas perempuan marginal yang merupakan kelompok sasaran media di 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Salatiga, Surakarta, Boyolali, Semarang, Pekalongan, Kudus, Magelang, Wonosobo, Sragen dan Klaten).

Jadwal Penerbitan
Edisi I: April 2010
Edisi II: Oktober 2010

Mitra
* Subdit Pendidikan Perempuan-Dikmas-Depdiknas
* Kelompok Belajar Usaha (KBU) Mitra Parahita
* PAUD Satya Parahita
* Parahita Foundation
* Pihak-pihak yang peduli dengan program pemberdayaan perempuan

Lembaga Pelaksana
PKBM Satya Parahita

Tim Kerja
Arianti Ina R. Hunga
Dhyah Ayu Retno W.
Florida I. Tawesi
Purwanti Asih Anna Levi
Yuliani
Kumas
Viona Alamanda
Andre Tumimomor
Martin H.H. Majangga
Lulut


Sebagian anggota tim Koran Ibu dengan salah seorang peserta kegiatan Pendidikan Kesetaraan Gender yang diadakan oleh Tim Penanganan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan Kota Salatiga di rumah dinas Walikota Salatiga akhir 2009.

Rabu, 23 Desember 2009

Peserta Didik PAUD Satya Parahita ikut Lomba PKK Kota Salatiga


Sebagian peserta didik dan pendidik PAUD Satya Parahita saat mewakili PKK Kelurahan Tegalrejo dalam lomba PKK tingkat Kota Salatiga.


Sebagian peserta didik PAUD Satya Parahita sedang memperagakan membuat APE dalam lomba PKK tingkat Kota Salatiga.


Florida Tawesi, pendidik PAUD Satya Parahita, bersama Hadyan Putra Mahatma, peserta didiknya.


Haiqal memunjukkan hasil karyanya berupa mobil-mobilan yang dibuat dari kardus bekas & rumah-rumahan dari stik es krim.


Ayudhea Vindy Fiorencia menunjukkan hasil karyanya berupa keranjang yang dibuat dari gelas Aqua bekas.


Ekklesia Rossy Eka Pangestu menunjukkan hasil karyanya berupa sepasang boneka yang dibuat dari kulit telur ayam.


Maria Elisa menunjukkan hasil karyanya berupa roncean.


Haiqal, Axcel, Zakki sedang bermain jungkat-jungkit, salah satu APE outdoor.


Rosa Sahanaya sedang membuat prakarya di kelas.


Dwi Esther Gaby sedang menggambar di kelas.


Axcel Subiyanto sedang menggambar di kelas.


Ayudhea Vindy Fiorencia sedang menggambar di kelas.


Ekklesia Rossy Eka Pangestu sedang menggambar di kelas.


Hadyan Putra Mahatma, dari kelas kecil.


Maria Elisa, dari kelas kecil.

Kamis, 03 Desember 2009

Profil PKBM Satya Parahita

Nama Lembaga : PKBM Satya Parahita
Alamat Lengkap: Jl. Sumatera No. 144 Salatiga 50733
No. Telp./Fax.: 0298-315404
HP : 08156555321
Nama Ketua : Ir. Arianti Ina Restiani Hunga, M.Si.
Tahun Berdiri : 2009
Akte Notaris/ Ijin Pendirian: SK Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Salatiga No. 421.9/1912
NPWP :02.253.482.0-505.000

Program Pendidikan/Pelatihan yang sudah/sedang dilaksanakan:

1.PAUD -Kelompok Bermain. Sasaran program: 32 anak usia 1,5 – 4 tahun. Periode: 2007 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW), PESAT, PKK RW VII Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Pondok Sang Timur, HIMPAUDI, Direktorat PAUD, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

2.Bimbingan Belajar. Sasaran program: anak SD – SLTA dari keluarga miskin. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana, Community Development Program – FBS UKSW, PKK Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, PKK RW VII Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

3.Kursus Bahasa Inggris. Sasaran program: calon TKI/TKW. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana, Community Development Program – FBS UKSW, PKK Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

4.Kursus Ketrampilan Menjahit. Sasaran program: Ibu Rumah Tangga yang ingin berwirausaha. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW), Sawini Foundation dari Belanda, Mirota Batik Yogyakarta, Netherlands Senior Experts (PUM).

5.Kursus Ketrampilan Memasak & Manajemen Catering. Sasaran program: Ibu Rumah Tangga yang ingin berwirausaha. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW), PKK RW VII Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

6.Kursus Ketrampilan Membuat Handicraft. Sasaran program: Ibu Rumah Tangga yang ingin berwirausaha dan orang tua murid PAUD. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW).

7.Kursus Ketrampilan Pengelolaan Sampah. Sasaran program:Ibu2 & Bapak2 yang ingin berwirausaha dan orang tua murid PAUD. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW), warga RW VII Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

8.Kursus Komputer. Sasaran program: Anak SD – SLTA dari keluarga miskin. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW).

9.Taman Bacaan Masyarakat. Sasaran program: masyarakat umum. Dirintis 2009. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW).

10.Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG) – Peningkatan Kapasitas Ekonomi. Sasaran program: Keluarga yang berminat untuk wirausaha. Periode: 2008 s.d. sekarang. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW), Subdit Pendidikan Perempuan – Dikmas – Depdiknas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

11.Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG) – PAUD Berbasis Komunitas Berwawasan Gender. Sasaran program: orang tua murid PAUD. Periode 2009. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW), Subdit Pendidikan Perempuan – Dikmas – Depdiknas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

12.Koran Ibu Berbasis Komunitas. Sasaran program: Masyarakat Umum. Periode: 2009. Mitra: Pusat Penelitian dan Studi Gender – Universitas Kristen Satya Wacana (PPSG-UKSW), Subdit Pendidikan Perempuan – Dikmas – Depdiknas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: “PAUD Berbasis Komunitas Berwawasan Gender”


Ketua Panitia seminar sedang menyampaikan laporan.


Bapak Ferdy Samuel Rondonuwu, S.Pd., M.Sc.,Ph.D., Pembantu Rektor V UKSW sedang memberikan sambutan sekaligus membuka acara.


Bapak Drs. Sukadi, Kabid PNF Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga, sedang memberi sambutan.


Bapak Joko Hartanto dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng sedang menyampaikan materi tentang kebijakan PAUD.


Ibu Ir. Nila Kusumaningtyas, ketua HIMPAUDI Jateng sedang menyampaikan materi tentang BCCT.


Ibu Silviana dari HIMPAUDI Jateng sedang menyampaikan materi pelatihan Alat Permainan Edukasi.


Ibu Arianti Ina R. Hunga, dari Pusat Penelitian dan Studi Gender - UKSW sedang menyampaikan materi tentang PAUD berwawasan gender.




Peserta sedang menyampaikan tanggapan.


Pameran Alat Permainan Edukasi (APE) oleh panitia seminar.



Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.

Latar Belakang

Kekerasan terhadap anak (khususnya anak usia dini) yang terjadi dan semakin meningkat akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan anak usia dini. Kekerasan bisa terjadi antara orang dewasa terhadap anak, antara anak dengan anak diberbagai tempat baik secara fisik maupun non fisik. Salah satu upaya untuk menekan tindak kekerasan ini adalah melalui pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk dari aspek gender.

Data tahun 2001 (Diknas, 2003) terdapat 26.172.763 anak usia 0-6 tahun. Sebanyak 52% dari angka itu atau 13,5 juta berusia 0-3 tahun, dan sisanya 48% atau 12,6 juta berusia 3-6 tahun. Dari jumlah ini hanya 7.347.240 juta (28%) yang terlayani program pendidikan anak usia dini (PAUD). Artinya masih 18.825.523 (72%) yang belum terlayani/memperoleh PAUD. Program PAUD yang ada dalam masyarakat diselenggarakan dalam bentuk formal, non formal dan informal. Kontribusi pendidikan non formal masih sangat kecil dalam PAUD, hal ini tercatat hanya 0,06% PAUD dalam bentuk non formal seperti Kelompok Bermain (KB), RA (Rabbiatul), Penitipan Anak.

Rendahnya akses anak usia dini memperoleh pendidikan bisa terkait dengan, antara lain:
1) kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat (orang tua) terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini,
2) terbatasnya lembaga penyelengara PAUD;
3) masih terbatasnya kualitas penyelengaraan PAUD; &
4) budaya masyarakat yang masih membedakan anak berdasarkan gender.

Sudah banyak kajian yang mengungkapkan pentingnya anak usia dini, salah satunya di bidang neuroscientis (Abdullah, 2003) menunjukkan; pertama, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, dan 80% telah terjadi ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun. Kedua, informasi awal yang diterima anak sejak usia dini cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepajang hayat. Kedua temuan ini menunjukkan pentingnya pemberian stimulasi psiko-sosial/pendidikan terhadap anak usia dini sesuai kebutuhannya (termasuk gender) di samping pemenuhan aspek gizi dan kesehatan.

Untuk meningkatkan kualitas PAUD dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai degan kebutuhan anak usia dini. Salah satu metode yang dianggap tepat adalah metode BCCT. Metode ini sudah disosialisasikan dan didukung penerapannya oleh Depdiknas melalui Dirjen PAUD. Keberhasilan penerapan metode BCCT perlu didukung media belajar (APE) yang memadai.

Dalam kenyataannya, ada sekitar 60% dari 55.000 lembaga PAUD non formal di Indonesia belum memahami metode pembelajaran yang seharusnya diterapkan dan sisanya belum matang dalam pemahaman metode (Direktur PAUD Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, 2003).

Berdasarkan hal tersebut di atas maka dipandang perlu adanya seminar dan pelatihan bagi praktisi PAUD, orang tua, maupun masyarakat umum tentang pentingnya PAUD berbasis komunitas berwawasan gender. Selanjutnya penerapan metode BCCT, dan pembuatan media belajar (APE) yang murah dan ramah lingkungan sesuai dengan kebutuhan PAUD berbasis komunitas berwawasan gender.

Tujuan Seminar

* Membangun pemahaman tentang pentingnya PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Membangun komitmen masyarakat untuk mendukung PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Meningkatkan life skill tentang PAUD berbasis komunitas berwawasan gender melalui teknik BCCT.

Sasaran Program

* Pengajar PAUD
* Pemerhati PAUD
* Orang tua murid PAUD
* Mahasiswa yang tertarik pada PAUD atau yang menjadi calon pengajar PAUD

Output Lokakarya

* Terbangunnya pemahaman orang tua, masyarakat tentang pentingnya PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Terbangunnya komitment masyarakat untuk mendukung PAUD berbasis komunitas yang berwawasab gender.
* Peningkatan keterampilan menerapkan metoda BCCT dan media pembelajaran pendukung terealisasinya PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Peningkatan keterampilan membuat media belajar dari bahan daur ulang, ramah lingkungan, dan murah.

Bentuk Kegiatan: Seminar dan Pelatihan

Materi:

* Kebijakan PAUD nasional, regional, & lokal yang menjadi acuan realisasi PAUD berbasis komunitas dan berwawasan gender.
* Penerapan metode BCCT dalam PAUD berbasis komunitas dan berwawasan gender.
* Pembuatan media belajar (APE) dari bahan daur ulang, ramah lingkungan, dan murah untuk mendukung metode BCCT dalam PAUD berbasis komunitas dan berwawasan gender.
Pembicara Seminar
* Kebijakan PAUD — Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Nasional/Kadiknas Provinsi Jawa Tengah.
* PAUD Berbasis Komunitas Berwawasan Gender—HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.
* BCCT & Media APE Pendukungnya — Praktisi PAUD dari HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.
Pendidikan Anak dan Gender — Akademisi dari Pusat Penelitian & Studi Gender Universitas Kristen Satya Wacana.

Fasilitator Pelatihan

* Penerapan BCCT dalam PAUD berbasis komunitas berwawasan Gender — Praktisi PAUD dari HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.
* Media APE pendukung Metode BCCT dalam PAUD berbasis komunitas berwawasan gender — * Praktisi PAUDdari HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.

Waktu & Tempat

Tanggal : 5 Desember 2009
Jam : 08.00— 16.00 WIB
Tempat : Ruang E119, Gedung E Universitas Kristen Satya Wacana
Jl. Diponegoro No. 52-60 Salatiga

Kontribusi Peserta: Rp. 50.000 per orang.

Fasilitas : Seminar kit, materi, snack, makan siang, sertifikat .

Jumlah Peserta : Jumlah peserta pelatihan dibatasi sebanyak 75 orang.

Pendaftaran

* PAUD Satya Parahita Jl. Tidore Tegalrejo, Salatiga. Setiap hari Senin, Rabu, Jumat jam 08.00-10.00. HP 081355366160 (Ida).
* Parahita Foundation. Jl. Sumatera 144-Magersari, Tegalrejo, Salatiga. Senin—Jumat Jam 14.00—16.00. Tlp (0298) 315404.
* Pusat Penelitian & Studi Gender—Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro No. 52-60 Salatiga. Senin-Jumat jam 08.00-16.00. Telp. 0298-7101020, HP 081326676835 (Asih), 08156555321(Ina).

Senin, 28 September 2009

Kajian Perempuan dalam Aktifitas Ekonomi Berbasis "Putting-Out System" (POS)

Krisis ekonomi yang berkepanjangan memberikan implikasi yang kompleks bagi keluarga khususnya perempuan. Dalam kondisi seperti ini, sektor informal menjadi “peluang” bagi perempuan untuk bisa memperoleh pendapatan. Industri Mikro-kecil-Menengah berbasis pada “Putting-Out” System (IMKM berbasis POS) menjadi salah satu peluang kerja bagi banyak perempuan sejak lama.

Namun demikian keberadaan mereka masih “tersembunyi”. Mereka belum diakui sehingga belum dicatat sebagai pekerja sebagaimana pekerja lainnya, belum banyak diungkap keberadannya, serta belum tersentuh program permberdayaan dan perlindungan sebagai pekerja. Untuk menyingkap “ketersembunyian” ini maka Pusat Penelitian dan Studi Gender – LPPM Universitas Kristen Satya Wacana bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan melakukan kajian dengan judul “Perempuan dalam Aktifitas Ekonomi Berbasis “Putting-Out” System (POS) yang difokuskan pada Kasus Pekerja Rumahan dalam Industri Mikro-Kecil-Menengah di Jawa Tengah. Terlaksananya penelitian ini juga atas dukungan beberapa Pusat Studi Wanita/Gender, yaitu: PSG Universitas Pekalongan, PSW Universitas Muria Kudus, dan PSG STAIN Pekalongan.

Mengacu pada situasi problematik ini, maka tujuan dari penelitian ini, antara lain:
a) memperoleh gambaran posisi dan peran industri mikro-kecil-menengah berbasis “putting-put” system dan home-based workers dalam aktifitas ekonomi masyarakat;
b) memperoleh gambaran kondisi Pekerja Rumahan (PeR) dan interaksi di dalamnya yang menjelaskan hubungan antara PeR, PeR dan anggota keluarganya, dan PeR dan pengusaha dalam IMKM berbasis POS; dan
c) memperoleh gambaran faktor-faktor penghambat yang dialami home-based workers dalam mendapatkan akses dan kontrol dalam program pemberdayaan dan perlindungan untuk mendukung eksistensinya.

Melalui kajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat konkrit (praktis) bagi industri/pengrajin dan Pekerja Rumahan, lembaga pendamping industri dan home-woekrs, serta pemerintah yang relevan dengan subyek penelitian ini. Selain itu, diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan dengan adanya berbagai temuan, metode, model dan teori yang terus dicari dan dikembangkan untuk mendukung perkembangan industri, khususnya industri berbasis “putting-out” system.

Hasil penelitian (awal) menunjukkan bahwa IMKM berbasis POS dan Pekerja Rumahan berperan strategis dalam perekonomian. IMKM berbasis POS mampu eksis karena berbasis pada Pekerja Rumahan atau memindahkan sebagian proses produksi pada Pekerja Rumahan. Namun demikian peran mereka (Pekerja Rumahan) mendukung IMKM berbasis POS justru dalam posisi dimarginalkan (dimiskinkan). Proses pemiskinan Pekerja Rumahan (khususnya perempuan) berakar pada “ideologi” gender.

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dibutuhkan kajian lebih jauh untuk bisa mendorong pengakuan terhadap Pekerja Rumahan serta perlindungan bagi mereka yang faktanya belum terakomodasi dalam UU Ketenagakerjaan.

Sasaran:
Pekerja rumahan perempuan di IMKM berbasis POS

Lokasi kegiatan:
IMKM berbasis POS di Kudus, Salatiga, Sragen, Klaten, Batang, dan Pekalongan

Waktu: 2008

Tim peneliti:
Arianti Ina R. Hunga
Purwanti Asih Anna Levi
Tundjung Mahatma

Kerjasama dengan: Pusat Studi Gender Universitas Pekalongan, Pusat Studi Gender Universitas Muria Kudus, Pusat Studi Gender STAIN Pekalongan

Kamis, 20 Agustus 2009

Hibah Bersaing - Dikti Tahun II: Teknologi Daur Ulang Air Limbah Batik


Pakaian batik siap pakai.


Proses desain batik.


Proses pembatikan.


Bahan pewarna batik.


Proses pewarnaan.


Air limbah batik sisa proses pewarnaan yang mengandung sisa lilin dan bahan pewarna.


Air limbah batik dibuang langsung ke selokan tanpa diolah terlebih dulu.


Air limbah batik mencemari persawahan.


Pilot project IPAL di sebuah industri mikro-kecil batik di Sragen.


Sistem aerob-unaerob.


Sistem aerob-anaerob.

Lokasi: Klaster batik Sragen

Waktu: 2009

Tim Riset Aksi:
Dr. Augustinus Ign. Kristijanto, M.S. (Aspek Kimia)
Widhi Handayani, M.Si. (Aspek Biologi)
Purwanti Asih Anna Levi, S.S. (Aspek Sosial)
Angen Basuki, S.Si. (Aspek Fisika)