Tampilkan postingan dengan label PAUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAUD. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Mei 2010

Kegiatan Belajar Mengajar PAUD - Kelompok Bermain Satya Parahita




Kegiatan belajar mengajar di kelas besar usia 3-4 tahun.




Kegiatan learning by playing di kelas kecil untuk usia 1,5 - 3 tahun.


Peserta didik termuda usia 16 bulan.


Lokasi PAUD-KB Satya Parahita di Pondok Sang Timur Jl. Tidore Tegalrejo Salatiga.

Selasa, 09 Februari 2010

Peringatan Hari Ibu di PAUD Satya Parahita, Senin 21 Desember 2009










Suasana peringatan Hari Ibu.




PAUD Satya Parahita bekerjasama dengan Poliklinik Satya Wacana mengadakan pemeriksaan kesehatan peserta didik PAUD Satya Parahita, PAUD Bina Insani, & PAUD Glawan.

Rabu, 23 Desember 2009

Peserta Didik PAUD Satya Parahita ikut Lomba PKK Kota Salatiga


Sebagian peserta didik dan pendidik PAUD Satya Parahita saat mewakili PKK Kelurahan Tegalrejo dalam lomba PKK tingkat Kota Salatiga.


Sebagian peserta didik PAUD Satya Parahita sedang memperagakan membuat APE dalam lomba PKK tingkat Kota Salatiga.


Florida Tawesi, pendidik PAUD Satya Parahita, bersama Hadyan Putra Mahatma, peserta didiknya.


Haiqal memunjukkan hasil karyanya berupa mobil-mobilan yang dibuat dari kardus bekas & rumah-rumahan dari stik es krim.


Ayudhea Vindy Fiorencia menunjukkan hasil karyanya berupa keranjang yang dibuat dari gelas Aqua bekas.


Ekklesia Rossy Eka Pangestu menunjukkan hasil karyanya berupa sepasang boneka yang dibuat dari kulit telur ayam.


Maria Elisa menunjukkan hasil karyanya berupa roncean.


Haiqal, Axcel, Zakki sedang bermain jungkat-jungkit, salah satu APE outdoor.


Rosa Sahanaya sedang membuat prakarya di kelas.


Dwi Esther Gaby sedang menggambar di kelas.


Axcel Subiyanto sedang menggambar di kelas.


Ayudhea Vindy Fiorencia sedang menggambar di kelas.


Ekklesia Rossy Eka Pangestu sedang menggambar di kelas.


Hadyan Putra Mahatma, dari kelas kecil.


Maria Elisa, dari kelas kecil.

Kamis, 03 Desember 2009

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: “PAUD Berbasis Komunitas Berwawasan Gender”


Ketua Panitia seminar sedang menyampaikan laporan.


Bapak Ferdy Samuel Rondonuwu, S.Pd., M.Sc.,Ph.D., Pembantu Rektor V UKSW sedang memberikan sambutan sekaligus membuka acara.


Bapak Drs. Sukadi, Kabid PNF Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga, sedang memberi sambutan.


Bapak Joko Hartanto dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng sedang menyampaikan materi tentang kebijakan PAUD.


Ibu Ir. Nila Kusumaningtyas, ketua HIMPAUDI Jateng sedang menyampaikan materi tentang BCCT.


Ibu Silviana dari HIMPAUDI Jateng sedang menyampaikan materi pelatihan Alat Permainan Edukasi.


Ibu Arianti Ina R. Hunga, dari Pusat Penelitian dan Studi Gender - UKSW sedang menyampaikan materi tentang PAUD berwawasan gender.




Peserta sedang menyampaikan tanggapan.


Pameran Alat Permainan Edukasi (APE) oleh panitia seminar.



Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.


Pelatihan membuat Alat Permainan Edukasi (APE) dari bahan bekas.

Latar Belakang

Kekerasan terhadap anak (khususnya anak usia dini) yang terjadi dan semakin meningkat akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan anak usia dini. Kekerasan bisa terjadi antara orang dewasa terhadap anak, antara anak dengan anak diberbagai tempat baik secara fisik maupun non fisik. Salah satu upaya untuk menekan tindak kekerasan ini adalah melalui pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk dari aspek gender.

Data tahun 2001 (Diknas, 2003) terdapat 26.172.763 anak usia 0-6 tahun. Sebanyak 52% dari angka itu atau 13,5 juta berusia 0-3 tahun, dan sisanya 48% atau 12,6 juta berusia 3-6 tahun. Dari jumlah ini hanya 7.347.240 juta (28%) yang terlayani program pendidikan anak usia dini (PAUD). Artinya masih 18.825.523 (72%) yang belum terlayani/memperoleh PAUD. Program PAUD yang ada dalam masyarakat diselenggarakan dalam bentuk formal, non formal dan informal. Kontribusi pendidikan non formal masih sangat kecil dalam PAUD, hal ini tercatat hanya 0,06% PAUD dalam bentuk non formal seperti Kelompok Bermain (KB), RA (Rabbiatul), Penitipan Anak.

Rendahnya akses anak usia dini memperoleh pendidikan bisa terkait dengan, antara lain:
1) kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat (orang tua) terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini,
2) terbatasnya lembaga penyelengara PAUD;
3) masih terbatasnya kualitas penyelengaraan PAUD; &
4) budaya masyarakat yang masih membedakan anak berdasarkan gender.

Sudah banyak kajian yang mengungkapkan pentingnya anak usia dini, salah satunya di bidang neuroscientis (Abdullah, 2003) menunjukkan; pertama, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, dan 80% telah terjadi ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun. Kedua, informasi awal yang diterima anak sejak usia dini cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepajang hayat. Kedua temuan ini menunjukkan pentingnya pemberian stimulasi psiko-sosial/pendidikan terhadap anak usia dini sesuai kebutuhannya (termasuk gender) di samping pemenuhan aspek gizi dan kesehatan.

Untuk meningkatkan kualitas PAUD dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai degan kebutuhan anak usia dini. Salah satu metode yang dianggap tepat adalah metode BCCT. Metode ini sudah disosialisasikan dan didukung penerapannya oleh Depdiknas melalui Dirjen PAUD. Keberhasilan penerapan metode BCCT perlu didukung media belajar (APE) yang memadai.

Dalam kenyataannya, ada sekitar 60% dari 55.000 lembaga PAUD non formal di Indonesia belum memahami metode pembelajaran yang seharusnya diterapkan dan sisanya belum matang dalam pemahaman metode (Direktur PAUD Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, 2003).

Berdasarkan hal tersebut di atas maka dipandang perlu adanya seminar dan pelatihan bagi praktisi PAUD, orang tua, maupun masyarakat umum tentang pentingnya PAUD berbasis komunitas berwawasan gender. Selanjutnya penerapan metode BCCT, dan pembuatan media belajar (APE) yang murah dan ramah lingkungan sesuai dengan kebutuhan PAUD berbasis komunitas berwawasan gender.

Tujuan Seminar

* Membangun pemahaman tentang pentingnya PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Membangun komitmen masyarakat untuk mendukung PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Meningkatkan life skill tentang PAUD berbasis komunitas berwawasan gender melalui teknik BCCT.

Sasaran Program

* Pengajar PAUD
* Pemerhati PAUD
* Orang tua murid PAUD
* Mahasiswa yang tertarik pada PAUD atau yang menjadi calon pengajar PAUD

Output Lokakarya

* Terbangunnya pemahaman orang tua, masyarakat tentang pentingnya PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Terbangunnya komitment masyarakat untuk mendukung PAUD berbasis komunitas yang berwawasab gender.
* Peningkatan keterampilan menerapkan metoda BCCT dan media pembelajaran pendukung terealisasinya PAUD berbasis komunitas yang berwawasan gender.
* Peningkatan keterampilan membuat media belajar dari bahan daur ulang, ramah lingkungan, dan murah.

Bentuk Kegiatan: Seminar dan Pelatihan

Materi:

* Kebijakan PAUD nasional, regional, & lokal yang menjadi acuan realisasi PAUD berbasis komunitas dan berwawasan gender.
* Penerapan metode BCCT dalam PAUD berbasis komunitas dan berwawasan gender.
* Pembuatan media belajar (APE) dari bahan daur ulang, ramah lingkungan, dan murah untuk mendukung metode BCCT dalam PAUD berbasis komunitas dan berwawasan gender.
Pembicara Seminar
* Kebijakan PAUD — Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Nasional/Kadiknas Provinsi Jawa Tengah.
* PAUD Berbasis Komunitas Berwawasan Gender—HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.
* BCCT & Media APE Pendukungnya — Praktisi PAUD dari HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.
Pendidikan Anak dan Gender — Akademisi dari Pusat Penelitian & Studi Gender Universitas Kristen Satya Wacana.

Fasilitator Pelatihan

* Penerapan BCCT dalam PAUD berbasis komunitas berwawasan Gender — Praktisi PAUD dari HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.
* Media APE pendukung Metode BCCT dalam PAUD berbasis komunitas berwawasan gender — * Praktisi PAUDdari HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah.

Waktu & Tempat

Tanggal : 5 Desember 2009
Jam : 08.00— 16.00 WIB
Tempat : Ruang E119, Gedung E Universitas Kristen Satya Wacana
Jl. Diponegoro No. 52-60 Salatiga

Kontribusi Peserta: Rp. 50.000 per orang.

Fasilitas : Seminar kit, materi, snack, makan siang, sertifikat .

Jumlah Peserta : Jumlah peserta pelatihan dibatasi sebanyak 75 orang.

Pendaftaran

* PAUD Satya Parahita Jl. Tidore Tegalrejo, Salatiga. Setiap hari Senin, Rabu, Jumat jam 08.00-10.00. HP 081355366160 (Ida).
* Parahita Foundation. Jl. Sumatera 144-Magersari, Tegalrejo, Salatiga. Senin—Jumat Jam 14.00—16.00. Tlp (0298) 315404.
* Pusat Penelitian & Studi Gender—Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro No. 52-60 Salatiga. Senin-Jumat jam 08.00-16.00. Telp. 0298-7101020, HP 081326676835 (Asih), 08156555321(Ina).

Senin, 27 Juli 2009

Kelompok Belajar Orang Tua Peduli PAUD




Kualitas sumber daya manusia perempuan menentukan kemajuan suatu masyarakat dan generasi mendatang. Pentingnya aspek ini bukan hanya karena perempuan mempunyai fungsi kodrati untuk hamil, melahirkan, dan memelihara anak. Dalam konteks ini pendidikan perempuan akan menentukan kualitas anak yang menjadi generasi mendatang. Khususnya dalam konteks Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – Kelompok Bermain Satya Parahita yang telah dirintis sejak tahun 2007, sangat dirasakan pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak.

Salah satu kebijakan pemerintah dalam aspek pendidikan untuk merespon persoalan ini adalah adanya Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dinyatakan bahwa salah satu program Pendidikan Non Formal adalah Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH atau life skill). Program ini diarahkan bagi masyakat yang tidak memunyai akses atau kesempatan dipendidikan formal dan berasal dari keluarga miskin. Dalam konteks ini, ketrampilan orang tua dalam membantu pendidikan anak usia dini yang menjadi siswa Kelompok Bermain - Satya Parahita menjadi sangat penting. Kemampuan orang tua akan menentukan kualitas pendidikan anak usia dini.

Menangkap persoalan tersebut, Universitas Kristen Sayta Wacana Salatiga melalui Pusat Penelitian dan Studi Gender, bekerja sama dengan Parahita Foundation sebagai elemen masyarakat, merasa perlu untuk ikut berpartisipasi membantu mengatasi persoalan tersebut. Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG) dalam bentuk forum orang tua dan sekolah (kepala sekolah dan guru) menjadi pilihan program yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Studi Gender - Universitas Kristen Satya Wacana dan Parahita Foundation dengan bernaung di bawah program besar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Satya Parahita.

Sasaran program adalah orang tua dari murid Kelompok Bermain - PAUD Satya Parahita. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman orang tua anak usia dini terhadap proses pembelajaran anak agar terjadi kesinambungan antara pendidikan yang diberikan di KB - PAUD Satya Parahita dengan pendidikan di rumah / keluarganya. Program dilaksanakan dalam bentuk workshop di PAUD Satya Parahita, di Pondok Sang Timur, Jl. Tidore, Tegalrejo, Salatiga.

Tim Riset Aksi:
Ir. Arianti Ina R. Hunga, M.Si. (Penanggungjawab Program)
Florida I. Tawesi (Guru PAUD Satya Parahita)
Purwanti Asih Anna Levi (Pengelola PKBM Satya Parahita)
Volunteers (mahasiswa UKSW & personal)

Senin, 08 September 2008

Pendidikan Anak Usia Dini - Kelompok Bermain Satya Parahita


Sedang belajar memakai kaos kaki dan sepatu sendiri.


Sedang belajar menempel.


Hasil karya murid PAUD



Mahasiswa Fakultas Bahasa & Sastra UKSW mendampingi kegiatan belajar murid PAUD

1. Latar Belakang
Banyak penelitian membuktikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan bagian penting dari dasar pembentukan kepribadian dan mengasah kecerdasan. Sekitar 50% kemampuan kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, dan 80% telah terjadi ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai titik puncaknya ketika anak berumur sekitar 18 tahun. Informasi/dasar awal yang diterima anak sejak usia dini cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepajang hayat. Kedua hal ini menunjukkan pentingnya pemberian rangsangan pendidikan terhadap anak usia dini di samping pemenuhan aspek gizi dan kesehatan (penelitian Abdullah, 2003).

Kebutuhan pendidikan anak usia dini ini dipertegas oleh UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yang berkaitan dengan PAUD. Menurut UU ”pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut” (UU Sisdiknas No. 20, 2003).

Untuk mewujudkan PAUD maka PPSG-UKSW bekerjasama dengan Parahita Foundation dan komponen masyarakat bekerjasama sebagai satu kesatuan dalam memberikan komitmen pada program ini. PAUD yang akan dilaksanakan merupakan PAUD dengan pendekatan holistik atau terintegrasi antara Kelompok Bermain – Bina Keluarga Balita – Posyandu melalui model PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).

2. Visi Program PAUD:
Memberikan pendidikan kritis bagi semua orang sejak usia dini menuju masyarakat yang adil dan sejahtera secara merata.

3. Misi:
a. Menyediakan pendidikan usia dini “terpadu” (Kelompok Bermain – Bina Keluarga Balita – Posyandu) yang mampu memenuhi kebutuhan anak akan pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, cerdas, dan mempunyai kesiapan memasuki pendidikan yang lebih lanjut.
b. Menyediakan pendidikan usia dini “terpadu” bagi orang tua untuk mendukung kebutuhan anak akan pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, cerdas, dan mempunyai kesiapan memasuki pendidikan yang lebih lanjut.

4. Tujuan:
a. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kecerdasan gandanya (multiple intelligences).
b. Mengembangkan ketrampilan hidup (life skill) pada anak sebagai bekal menghadapi kehidupan selanjutnya.
c. Memberikan kesempatan belajar dengan pendekatan bermain (learning by playing, learning by doing).

5. Sasaran:
Anak usia dini berusia 2 - 4 tahun dan orang tuanya.

6. Lokasi:
Pondok Sang Timur, Jalan Tidore, RT 02/RW VII/Kelurahan Tegalrejo – Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

7. Tempat pendaftaran:
Ibu T. Wiwik Ngatidjo
d/a. Ketua PKK RW VII/Kelurahan Tegalrejo – Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

8. Awal tahun pelajaran: bulan Juli
(Menerima pendaftaran siswa baru sepanjang tahun, karena PAUD-KB ini bersifat non formal).

9. Syarat Pendaftaran:
a. Mengisi formulir pendaftaran.
b. Mengumpulkan 2 lembar foto anak 3 x 4 (hitam putih).
c. Fotocopy Akte Kelahiran / Surat Kenal Lahir.
d. Tidak dipungut biaya pendaftaran & uang gedung.

10. Uang Sekolah/SPP:
Didiskusikan dengan orang tua siswa pada pertemuan Forum Orang Tua Siswa.

11. Sekretariat:
Jl. Sumatera No. 144, Magersari, Tegalrejo, Salatiga.
Telp.: 0298-315404
HP.: 081 5655 5321 & 081225046101 (Ibu Ina).